Kamis, 21 Mei 2026

Nasi rawon adalah hidangan khas Indonesia yang terbuat dari nasi putih yang disajikan dengan kuah rawon

0 comments


Rawon atau nasi rawon (karena selalu disajikan dengan nasi) merupakan hidangan yang terdiri dari sup daging dengan bumbu kluwek. Rawon, meskipun terkenal sebagai masakan khas Jawa Timur (seperti Surabaya), juga dikenal oleh penduduk Jawa Tengah bagian timur (seperti daerah Surakarta). Keistimewaan hidangan ini terletak pada bumbu-bumbu rempah Indonesia yang terkandung di dalamnya.

Daging yang biasanya digunakan untuk rawon adalah daging sapi yang telah dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, terdiri dari campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunyit, cabai, kluwek, garam, dan minyak nabati. Semua bahan tersebut (kecuali serai dan lengkuas) dihaluskan, kemudian ditumis hingga harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan ke dalam kaldu rebusan daging bersama dengan daging. Warna gelap yang khas pada rawon berasal dari kluwek.

Rawon disajikan bersama nasi, dan biasanya disertai dengan tauge kecil, daun bawang, kerupuk, dan sambal. Di Jawa Timur, banyak penjual rawon yang dapat ditemui, terutama rawon Pasuruan yang terkenal. Di Jakarta, Anda bisa menemukan hidangan ini di Restoran Pondok Prapanca di Jalan Nipah XV no.3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (jalan sebelum Kantor Walikota Jakarta Selatan).


 

Lumpia Semarang, hidangan yang lezat

0 comments


Lumpia adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang. Citarasa lumpia merupakan perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena ditemukan oleh seorang orang Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia.

Salah satu varian lumpia paling terkenal di Jawa adalah Lumpia Semarang. Saat ini, terdapat enam jenis lumpia Semarang dengan beragam cita rasa. Aliran pertama berasal dari Gang Lombok (Siem Swie Kiem), yang kedua berasal dari Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan yang ketiga berasal dari Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga, yaitu Siem Gwan Sing-Tjoa Po Nio, yang merupakan menantu dan putri tunggal dari pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe-Wasih. Terakhir, ada lumpia dari Jalan TanggaMus (Ny. Mechtildis Tyastresna Halim) yang bulat dan gurih.

Aliran keempat adalah dari bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah dari orang-orang dengan hobi kuliner yang membuat lumpia berdasarkan resep yang mereka pelajari dari lumpia yang sudah ada.

Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (68), masih setia melayani pelanggannya di kios warisan ayahnya di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut beberapa penggemarnya adalah racikan rebungnya yang tidak berbau dan campuran telur serta udangnya yang tidak amis.

Lumpia buatan generasi keempat dapat ditemui di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Kios ini diteruskan dari almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem. Kekhasan lumpia Mbak Lien adalah tambahan daging ayam kampung dalam isinya.

Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia Semarang, sekarang banyak juga orang di luar keluarga yang membuat lumpia Semarang. Mereka biasanya mantan karyawan keluarga tersebut. Mereka yang memiliki hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia Semarang dengan membuat lumpia mereka sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.

Resep dan Bahan Membuat Lumpia Kering:
Bahan I:
- 12 lembar Kulit Lumpia siap pakai
- 50 g Wortel, potong dadu
- 75 g Rolade, potong kecil panjang
- 30 g Daun bawang, iris halus
- 2 buah Cabe merah, potong kecil panjang
- 400 g Bihun jagung Pilihan Bunda, seduh, tiriskan
- 100 g keju parut kasar

Bahan II:
- 5 siung Bawang Putih, cincang
- 1 sdm Kari Bubuk
- 1 sdt Garam Masala
- 100 ml Santan Kental
- 1 sdm Kecap Ikan
- 1/4 sdt Garam
- 1 sdt Gula Pasir
- 1/2 sdt Lada Bubuk
- Minyak untuk menumis

Cara Membuat Kulit Lumpia Kering:
1. Tumis bawang putih hingga kekuningan.
2. Masukkan bahan lainnya, aduk hingga santan menyerap.
3. Masukkan rolado, wortel, cabe, dan daun bawang, masak hingga wortel matang, matikan api.
4. Masukkan bihun jagung Pilihan Bunda yang sudah diseduh dan keju, aduk rata.
5. Isi tiap kulit lumpia dengan 2 sdm adonan bihun. Bungkus hingga rapi.
6. Goreng dengan minyak panas hingga keemasan.
7. Angkat, sajikan hangat.

Siap disajikan untuk 12 orang.